<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="760">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERVOLEMIA DI RSUD dr. SOEROTO NGAWI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RATNA SEPTIAWATI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Akper Pemkab Ngawi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Program Studi D III Keperawatan]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[continuing]]></issuance>
<frequency><![CDATA[Annualy]]></frequency>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang: Gagal ginjal kronik merupakan kondisi kerusakan ginjal yang bersifat progresif dan tidak dapat kembali dalam mempertahankan metabolisme cairan elektrolit yang menyebabkan uremia di dalam darah. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa penurunan frekuensi urin, oliguria, edema, pernafasan kussmaul, anoreksia, mual muntah, nafas bau amonia, anemia, dan kelemahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosa gagal ginjal kronik di ruang Mawar RSUD dr. Soeroto Ngawi.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan respondennya adalah Ny.B, data ini diperoleh dengan cara yaitu wawancara, pemeriksaan, observasi, dan bekerjasama dengan tim medis.Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan ditemukan 4 diagnosa keperawatan yaitu hipervolemia berhubungan dengan mekanisme regulasi, risiko perfusi renal tidak efektif berhubungan dengan disfungsi ginjal, nausea berhubungan dengan gangguan biokimiawi, intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan.Kesimpulan: Dari empat diagnosa keperawatan yang ditemukan, tiga di antaranya telah teratasi, sedangkan satu diagnosa yaitu intoleransi aktivitas teratasi sebagian. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan lanjutan baik oleh perawat maupun keluarga.

Kata kunci: Asuhan keperawatan, gagal ginjal kronik, hipervolemia</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[GAGAL GINJAL KRONIK]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20250704]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB NGAWI Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[616.6 SEP A]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[22871]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan Akper Ngawi]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[616.6 SEP A]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[760]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-04 10:00:17]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-09-04 10:00:17]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>