<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="665">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.S DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK) DENGAN MASALAH  KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF  DI RSUD Dr. SOEROTO NGAWI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NILAM SEPTIANA MUKHTAR</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Akper Pemkab Ngawi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Program Studi D III Keperawatan]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[continuing]]></issuance>
<frequency><![CDATA[Annualy]]></frequency>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar Belakang  : Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyebab kematian nomor tiga di dunia selain penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskuler dan infeksi akut saluran pernafasan. PPOK adalah penyakit paru kronis yang ditandai dengan penyumbatan aliran udara di saluran napas yang bersifat progresif, ireversibel, atau reversibel sebagian. PPOK terdiri dari bronkitis kronis, emfisema, atau kombinasi keduanya. Hampir 90% kematian akibat PPOK pada usia di bawah 70 ditandai dengan sesak nafas, batuk kronik disertai lendir. Metode : Metode penelitian ini menggunakan studi kasus yaitu Asuhan Keperawatan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) pada Tn.S  dengan masalah keperawatan Bersihan jalan nafas tidak efektif di ruang Melati RSUD Dr. Soeroto Ngawi pada tanggal 06- Februari sampai 08- Februari 2024. Data ini diperoleh dengan : wawancara, pemeriksaan, observasi aktivitas, memperoleh catatan dan laporan diagnostik , dan bekerja sama dengan  tim medis. Hasil : Diagnosa keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan. Intervensi utama yang dilakukan  adalah dengan memberikan tehnik  batuk efektif. Pelaksanaan tindakan keperawatan dapat terlaksana dengan baik. Kesimpulan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan mengunakan tehnik batuk efektif didapatkan hasil masalah bersihan jalan nafas tidak efektif yang dialami Tn.S teratasi dalam waktu yang ditentukan yaitu 3x24 jam.  Dalam  tinjauan kasus pada pertemuan ke 3 tujuan teratasi.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[PPOK]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[616.2]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20240613]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB NGAWI Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[616. 2 MUK A]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[21.745]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan Akper Ngawi]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[616. 2 MUK A]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[665]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-29 10:10:58]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-29 10:11:25]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>