<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="680">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. F  PASIEN SKIZOFRENIA RESIDUAL DENGAN MASALAH ISOLASI SOSIAL DI RSJD SURAKARTA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SHERLY PUTRI RAHMADHATUL JANAH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Akper Pemkab Ngawi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Program Studi D III Keperawatan]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[continuing]]></issuance>
<frequency><![CDATA[Annualy]]></frequency>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar belakang : Isolasi sosial merupakan suatu keadaan seseorang mengalami penurunan untuk melakukan interaksi dengan orang lain, karena pasien merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, serta tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain atau orang disekitarnya. 
Tujuan : Untuk mengetahui asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan masalah Isolasi Sosial meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. 
Metode : Penelitian menggunakan studi kasus dengan melakukan Asuhan Keperawatan pada 1 pasien meliputi wawancara dan observasi
Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 hari perawatan maka didapatkan pasien mampu membina hubungan saling percaya dengan menunjukkan ekspresi dan respon yang baik. Pasien dapat menjalin hubungan sosial dengan orang lain. Selama berkomunikasi, terdapat kontak mata dan respon yang baik. 
Kesimpulan  : Didapatkan hasil peningkatan kemampuan klien dengan diagnosis isolasi sosial dibanding sebelum dilakukan intervensi keperawatan. Kerjasama antar tim kesehatan dan keluarga menjadi faktor penting dalam kesembuhan pasien, komunikasi terapeutik yang baik dapat mendorong klien lebih kooperatif.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[ISOLASI SOSIAL]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[616.69]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20240613]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB NGAWI Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[616.69 JAN A]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[21.766]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan Akper Ngawi]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[616.69 JAN A]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[680]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-30 09:03:16]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-30 09:03:58]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>