<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="643">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. E DENGAN DIAGNOSA MEDIS POST SECTIO CAESAREA ATAS INDIKASI KETUBAN PECAH DINI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MENYUSUI TIDAK EFEKTIF DI RUANG WIJAYA KUSUMA RSUD Dr. SOEOROTO NGAWI]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>GHEA ROHMA WARDHIKA PUTRI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Akper Pemkab Ngawi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Program Studi D III Keperawatan]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[continuing]]></issuance>
<frequency><![CDATA[Annualy]]></frequency>
<edition><![CDATA[Publish]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Latar Belakang : Ketuban pecah dini (KPD) merupakan masalah penting dalam bidang obstetri, oleh karena itu dapat menyebabkan infeksi pada ibu dan bayi serta  meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi (Novitasari et al., 2021). Menurut World Health Organization (WHO) angka kejadian KPD di dunia pada tahun 2017 sebanyak 50 - 60% (Wulandari et al., 2019). Di Indonesia pada tahun 2018 persalinan dengan sectio caesarea mencapai 17,6% dengan insiden tertinggi disebabkan oleh ketuban pecah dini sejumlah 5,6% (Riskesdas, 2018).  Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosa medis Ketuban Pecah Dini dengan masalah keperawatan menyusui tidak efektif di ruang Wijaya Kusuma RSUD dr. Soeroto Ngawi. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan responden Ny.E. Data ini diperoleh dengan cara wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan data rekam medis. Hasil : Menyusui tidak efektif berhubungan dengan bayi tidak rawat gabung. Intervensi utama yang dilakukan adalah memberikan edukasi tentang menyusui, memberikan edukasi tentang perawatan payudara (breastcare), mengajarkan serta menganjurkan perawatan payudara secara mandiri. Pelaksanaan tindakan keperawatan terlaksana dengan baik. Kesimpulan : Tindakan keperawatan yang dilakukan sesuai dengan kondisi pasien berdasarkan intervensi keperawatan yang dibuat. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam, masalah menyusui tidak efektif teratasi.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Ketuban Pecah Dini]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[618.2]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20240613]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[AKADEMI KEPERAWATAN PEMKAB NGAWI Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[618.2 PUT A]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[21.750]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[Perpustakaan Akper Ngawi]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[618.2 PUT A]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[643]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-23 10:13:30]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-23 10:13:56]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>